Kamis, 12 Juni 2014

teknik isolasi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Gangguan adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas seperti kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Dalam melakukan perawatan pasien dengan gangguan jiwa dengan melakuakn terapi somatic. Jenis terapi somatic diantaranya pengikatan, isolasi, terapi kejang listrik, foto terapi, dan terapi devrivasi tidur.
Isolasi adalah menempatkan pasien dalam stau ruangan dimana dia tidak bisa keluar dari ruangan sekehendaknya. Baiasanya digunakan pada pasien dengan gangguan jiwa yang mengalami amuk.

1.2.Rumusan Masalah
1.         Mengetahui pengertian teknik isolasi
2.         Mengetahui tujuan untuk dilakukannya teknik isolasi
3.         Mengetahui indikasi dan kontra indikasi teknik isolasi
4.         Mengetahui prosedur pelaksaanaan teknik isolasi















BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Konsep Dasar Gangguan Jiwa
kesehatan jiwa : secara primer tetang perasaan sejahtera, secara subjektif suatu penilaian diri tentang perasaan seseorang, mencakup area seperti konsep diri tentang kemampuan seseorang, kebugaran, dan energi perasaan sejahtera dan kemampuian pengendalian diri internal ; indikator mengenai keadaan sehat mental/menurut UU No 3 Tahun 1966, kesehatan jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional, yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
gangguan jiwa adalah gejalah atau prilaku yang ditemukan secara klinis, yang disertai dengan penderitaan pada kebayakan kasus berkaitan dengan terganggunya fungsi seseorang.
Dalam mengatasi pasien gangguan jiwa bersifat komprehensif, yang meliputi terapi psikofarmaka, terapi somatic, terapi modalitas.
a.       Terapi psikofarmaka
Terapi Psikofarma adalah terapi menggunakan obat yang bekerja secara selektif pada SSP dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan perilaku, digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik.
Menurut Rusdi Maslim yang termasuk obat-obatan psikofarmaka adalah golongan :
1.         Anti Psikotik, pemberian sering disertai pemberian anti perkinson
2.         Anti Depresi
3.         Anti Maniak
4.         Anti Cemas ( Anti Ansietas)
5.         Anti Insomnia
6.         Anti Obsesif – Kompulsif
7.         Anti Panik
b.      Terapi modalitas
Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Tetapi ini diberikan dalam upaya mengubah perilaku klien dari perilaku yang maladaptif menjadi perilaku adaptif. Jenis-jenis terapi modalitas antara lain:
1.         Aktifitas Kelompok
2.         Terapi keluarga
3.         Terapi Rehabilitasi
4.         Terapi Psikodrama
5.         Terapi Lingkungan
c.       Terapi somatic
Terapi somatis adalah terapi yang diberikan kepada klien dengan gangguan jiwa dengan tujuan mengubah perilaku yang maladaptif menjadi perilaku adaptif dengan melakukan tindakan yang ditujukan pada kondisi fisik klien. Walaupun yang diberikan perlakuan fisik adalah fisik klien, tetapi target terapi adalah perlakuan klien. Jenis terapi somatik adalah meliputi:
1.      Pengikatan
2.      ECT (Elektro Convulsive Therapy) / Terapi Kejang Listrik
3.      Isolasi
4.      Fototerapi
5.      Terapi deprivasi tidur


2.2.  Teknik Isolasi
Isolasi adalah menempatkan pasien dlm suatu ruang di mana dia tdk dpt keluar dari ruangan tersebut sesuai kehendaknya. Bentuk terapi dengan menempatkan klien sendiri di ruang tersendiri. 
Isolasi adalah menempatkan pasien dalam suatu ruang di mana dia tidak dapat keluar dari ruangan tersebut sesuai kehen­daknya. Tingkatan pengisolasian dapat berkisar dari penempat­an dalam ruangan yang tertutup, tapi tidak terkunci sampai pa­da penempatan dlm ruang terkunci dengan kasur tanpa seprei di lantai, kesempatan berkomunikasi yang dibatasi, & pasien memakai pakaian rumah sakit atau kain terpal yang berat. Penggunaan kain terpal kurang dapat diterima & hanya di­gunakan untuk melindungi pasien aiau orang lain.
Teknik isolasi biasa dilakukan pada pasien yang isolasi sosial, pasien amuk, untuk diberikan kepada klien dengan tujuan mengubah perilaku yang maladaptif menjadi perilaku adaptif dengan melakukan tindakan yang ditujukan pada kondisi fisik klien. Walaupun yang diberikan perlakuan fisik adalah fisik klien, tetapi target terapi adalah perlakuan klien.


2.3.  Tujuan
1.         Melindungi klien,orang lain dan lingkungan dari bahaya potensial yg mungkin terjadi dan sudah di kendalikan oleh orang lain.
2.         Untuk pengendalian klien amuk yang potensial mem­bahayakan pasien atau orang lain

2.4.  Indikasi dan kontraindikasi
a.       Indikasi penggunaan
·           Pengendalian perilaku amuk (suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis) yang potensial mem­bahayakan pasien atau orang lain dan tidak dapat di­kendalikan oleh orang lain dengan intervensi pe­ngekangan yang longgar, seperti kontak interpersonal atau pengobatan.
·           Reduksi stimulus lingkungan, terutama jika diminta oleh pasien.
·           Klien yang tidak mampu mengendalikan perilakunya dan tidak bisa dikendalikan dengan cara lain,.

b.      Kontraindikasi
·           Klien yang beresiko bunuh diri, klien yang agitasi disertai gangguan pengaturan suhu tubuh akibat obat serta klien dengan perilaku sosial menyimpang.
·           Kebutuhan untuk pengamatan masalah medik
·           Risiko tinggi untuk bunuh diri
Bunuh diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami resiko untuk menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan yang dapat mengancam nyawa. Dalam sumber lain dikatakan bahwa bunuh diri sebagai perilaku destruktif terhadap diri sendiri yang jika tidak dicegah dapat mengarah pada kematian. Perilaku destruktif diri yang mencakup setiap bentuk aktivitas bunuh diri, niatnya adalah kematian dan individu menyadari hal ini sebagai sesuatu yang diinginkanPotensial tidak dapat mentoleransi deprivasi sensori




2.5.  Prosedur Isolasi
·           Tunjuk seorang pemimpin
·           Perlihatkan kepada klien kekuatan yang ada
·           Buat rancangan yang tepat, siapkan lingkungan ruangan
·           Komunikasikan antar perawat
·           Tangkap klien tanpa menyakiti
·           Kendalikan perilaku agresif klien
·           Pindahkan klien ke ruang isolasi
·           Ganti pakaian dengan yang aman dan nyaman
·           Pindahkan benda-benda yang membahayakan klien
·           Buat rencana askep lanjutan
·           Tetap pertahankan kontak dengan klien

2.6.  Tindakan Setelah di Ruang Isolasi
·           Bantu pemenuhan KDM klien
·           Observasi sesering mungkin
·           Pertahankan komunikasi verbal
·           Catat dan dokumentasikan hasil observasi
·           Beri umpan balik ttg perilakunya shg klien menyadari alasan dan tujuan isolasi
·           Tetap berikan terapi yang lain
·           Segera melepaskan klien dari ruang isolasi jika perilakunya mulai terkendali

2.7.  Peran perawat
Peran perawat  adalah merupakan tingkah laku  yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kependudukan dalam system, dimana dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari profesi perawat maupun dari luar profesi keperawatan yang bersifat konstan (Hidayat, 2007).
Peran perawat dalam prosedur pelaksanaan teknik isolasi:
1.      Membantu klien dalm memenuhi KDM
2.      Membuat rencanan Asuhan keperawatan Lanjutan
3.      Membina hubungan saling percaya pada klien
4.      Tetap melakuakn terapi yang lain disamping teknik isolasi

BAB IV
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Isolasi adalah menempatkan pasien dlm suatu ruang di mana dia tdk dpt keluar dari ruangan tersebut sesuai kehendaknya. Bentuk terapi dengan menempatkan klien sendiri di ruang tersendiri.
Teknik isolasi bertujuan Melindungi klien,orang lain dan lingkungan dari bahaya potensial yg mungkin terjadi .

3.2.Saran
Perawat jiwa yang ada di rumah sakit (rumah sakit jiwa, rumah sakit umum, panti kesehatan jiwa, yayasan yang merawat pasien gangguan jiwa), pengajar keperawatan jiwa di sekolah keperawatan, perawat jiwa yang ada di struktur departemen kesehatan dan dinas kesehatan diharapkan bersatu padu untuk menyuarakan kesehatan jiwa pada setiap desempatan mulai dari sekarang lepada setiap orang yang ditemui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar